Jakarta, 1 September 2025 — PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau ID FOOD menyiapkan skema besar-besaran untuk menyerap gula produksi petani tebu, menyusul dukungan permodalan senilai Rp1,5 triliun dari PT Danantara Asset Management (Persero) atau DAM melalui skema shareholder loan.
Direktur Utama ID FOOD, Ghimoyo, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen BUMN pangan untuk menyelamatkan harga gula petani dan menjaga kelangsungan produksi di tengah menumpuknya stok gula di sejumlah gudang pabrik gula.
“Dengan adanya dukungan permodalan ini, ID FOOD dapat lebih optimal menyerap gula petani. Kami pastikan harga beli minimal sesuai harga acuan pembelian (HAP) pemerintah agar petani memperoleh kepastian pasar dan keuntungan,” ujar Ghimoyo dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (29/8).
📊 Rincian Penyerapan Gula Petani
Per Agustus 2025, ID FOOD mencatat telah menyerap sekitar 58 ribu ton gula dari berbagai sumber:
- 21,5 ribu ton dari pabrik gula PT Sinergi Gula Nusantara (SGN)
- 8,5 ribu ton dari pabrik gula milik ID FOOD
- 6,9 ribu ton dari pembelian langsung SGN kepada petani
- 21,5 ribu ton diserap oleh asosiasi pedagang dari SGN
Penyerapan ini merupakan bagian dari strategi jangka pendek ID FOOD untuk mengurangi kelebihan stok, menstabilkan harga, dan memberi ruang bagi petani tebu lokal agar tidak mengalami kerugian.
⚠️ Rembesan Gula Rafinasi, Ancaman Bagi Gula Petani
Ghimoyo menyoroti persoalan rembesan gula rafinasi ke pasar konsumsi sebagai salah satu penyebab utama turunnya harga gula petani. Hal ini membuat lelang gula di berbagai pabrik gagal, sehingga stok menumpuk dan harga jatuh.
“Kami berharap rembesan gula rafinasi dihentikan agar tidak menambah tekanan terhadap biaya logistik maupun pembiayaan yang tengah kami jalankan,” tegasnya.
🎯 Mandat dan Tujuan Strategis
ID FOOD menegaskan bahwa kebijakan offtake gula petani ini merupakan bagian dari mandat BUMN pangan untuk menjaga stabilitas harga komoditas strategis nasional. Selain memberikan perlindungan harga, langkah ini juga bertujuan:
- Mendorong keberlanjutan produksi gula nasional
- Menumbuhkan minat petani untuk terus menanam tebu
- Memperkuat ketahanan pangan nasional, khususnya untuk komoditas gula
“Dengan harga beli yang kompetitif, kami ingin memberi insentif bagi petani untuk terus menanam. Ini penting agar pasokan gula dalam negeri terus tumbuh dan mendukung ketahanan pangan nasional,” pungkas Ghimoyo.


