Pekanbaru, 1 September 2025 — Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa, menegaskan bahwa peremajaan sawit rakyat (PSR) menjadi elemen strategis dalam menjaga ketahanan pangan dan energi nasional, serta mempertahankan daya saing komoditas sawit Indonesia. Hal ini ia sampaikan saat menjadi pembicara dalam The 2nd International Conference on Agriculture, Food and Environmental Science (ICAFES) 2025 di Universitas Riau, Pekanbaru.
“Ruang terbesar untuk improvement produktivitas sawit nasional adalah dari sisi petani. Kita semua dapat berkolaborasi untuk meningkatkan produktivitas sawit rakyat melalui intensifikasi,” ujar Jatmiko.
🌱 Produktivitas Petani Masih Rendah, Potensi Besar untuk Ditingkatkan
Jatmiko menjelaskan bahwa saat ini rata-rata produktivitas petani sawit di Indonesia masih berada di kisaran 2–3 ton CPO/hektare/tahun, jauh di bawah perkebunan korporasi profesional yang mampu mencapai hingga 6 ton/hektare/tahun.
Dalam konteks inilah, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci. Intensifikasi produktivitas melalui kemitraan dan transfer teknologi menjadi jalan untuk memperkecil kesenjangan produktivitas antara petani dan korporasi.
🚜 Inisiatif Konkret PTPN IV PalmCo:
Untuk mendukung program PSR, PTPN IV PalmCo telah menjalankan berbagai langkah konkret:
- Program BUMN Untuk Sawit Rakyat, termasuk pendistribusian lebih dari 2 juta batang bibit sawit unggul bersertifikat kepada petani.
- Skema off-taker yang menjangkau lebih dari 10.200 hektare lahan petani.
- Penguatan kelembagaan koperasi sebagai mitra strategis dalam rantai pasok sawit.
- Dukungan pencairan dana PSR BPDPKS seluas 15.321 hektare hingga 2024, khususnya untuk mitra koperasi KUD.
“Produktivitas tanaman menghasilkan (TM) plasma telah mencapai 12,57 ton/Ha, bahkan ada yang mencapai 18,05 ton/Ha, jauh melampaui rata-rata nasional 12 ton/Ha,” ungkap Jatmiko.
🌍 Sawit dan Masa Depan Energi: Target B50 2027
Lebih dari sekadar pangan, Jatmiko menegaskan bahwa peningkatan produktivitas sawit juga berkaitan erat dengan target energi nasional. PTPN IV PalmCo percaya bahwa melalui PSR dan kolaborasi strategis, Indonesia dapat memenuhi target implementasi biodiesel B50 pada tahun 2027.
“Jika kolaborasi intensifikasi sawit rakyat terlaksana dengan baik, maka bukan hanya pangan, melainkan ketahanan energi berbasis sawit juga bisa tercapai,” tegasnya.
👥 Forum Internasional ICAfes 2025
Konferensi ICAFES 2025 diikuti oleh ratusan peserta dari kalangan akademisi, peneliti, mahasiswa, dan praktisi dari dalam maupun luar negeri. Turut hadir:
- Johan Kieft, ahli lingkungan dari PBB
- Dr. Idesert Jelsma, peneliti dari Belanda
- Prof. Ir. Usman Pato, pakar ketahanan pangan lulusan Gifu University, Jepang
- Delegasi akademisi dari Malaysia dan Filipina
Forum ini menjadi ajang penting dalam menyinergikan keilmuan dan kebijakan untuk penguatan sektor pertanian dan lingkungan, termasuk industri sawit berkelanjutan di Indonesia.


