DeepSeek Siapkan Agen AI Canggih Berbiaya Murah, Siap Tantang Raksasa Teknologi Global

Must read

Jakarta, 8 September 2025 —Perusahaan kecerdasan buatan asal China, DeepSeek, dikabarkan tengah mempersiapkan peluncuran agen AI generasi terbaru pada akhir tahun 2025. Agen ini dirancang untuk menjalankan berbagai tugas kompleks dengan sedikit arahan dan mampu belajar dari pengalaman sebelumnya guna meningkatkan kinerjanya secara otomatis.

DeepSeek pertama kali menarik perhatian dunia lewat model R1, yang menawarkan kemampuan penalaran tingkat lanjut dengan biaya pembangunan sekitar 6 juta dolar AS — jauh lebih terjangkau dibandingkan dengan model besar yang dikembangkan oleh OpenAI maupun Google. Keunikan lain, R1 hadir sebagai model open source, memungkinkan pengembang di seluruh dunia untuk mengakses dan memodifikasi kode sumbernya.

Perusahaan memilih strategi berhati-hati dalam peluncuran model R2, dengan fokus pada penyempurnaan teknis, berbeda dengan beberapa pesaing China seperti Alibaba dan Tencent yang lebih cepat merilis produk mereka.

Update terbaru dari DeepSeek, versi V3.1, memperluas konteks pemrosesan hingga 128.000 token dan meningkatkan parameter hingga 685 miliar. Selain itu, DeepSeek juga memperkenalkan sistem label wajib pada semua konten buatan AI, meski fitur ini dapat dinonaktifkan.

Model R2 yang akan datang ini bukan sekadar chatbot, melainkan agen AI yang mampu menangani berbagai tugas seperti menyusun rencana perjalanan, memperbaiki perangkat lunak, hingga mengelola alur kerja bisnis dengan minim intervensi manusia. Teknologi ini dianggap sebagai tonggak penting yang berpotensi meningkatkan produktivitas serta mengubah layanan digital secara signifikan.

Di tingkat global, perusahaan seperti OpenAI, Microsoft, dan Anthropic telah meluncurkan teknologi agen AI, namun DeepSeek menargetkan untuk menyamai bahkan melampaui pencapaian tersebut sebagai upaya menantang dominasi AI dari Amerika Serikat.

Peluncuran R2 menjadi salah satu momen yang dinantikan, khususnya di pusat teknologi dunia seperti Silicon Valley dan Washington. Namun, kemajuan pesat DeepSeek juga memicu kekhawatiran terkait meningkatnya pengaruh China dalam pengembangan kecerdasan buatan global.

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article