Kathmandu, 10 September 2025 — Nepal tengah dilanda gelombang protes besar-besaran yang dipicu oleh ketidakpuasan generasi muda terhadap kepemimpinan negara. Aksi yang dijuluki media sebagai “Revolusi Gen Z” ini telah memicu kekacauan nasional, menewaskan sedikitnya 19 orang dan melukai ratusan lainnya.
Puncak kerusuhan terjadi saat ribuan demonstran berhasil menembus barikade keamanan dan menerobos gedung parlemen di ibu kota. Aparat membalas dengan tembakan gas air mata, meriam air, dan peluru tajam. Bentrokan tak terhindarkan, dan jam malam diberlakukan di beberapa distrik di Kathmandu.
PM KP Sharma Oli Resmi Mundur
Dalam perkembangan terbaru, Perdana Menteri KP Sharma Oli mengundurkan diri pada 9 September 2025. Presiden Ram Chandra Paudel telah secara resmi menerima pengunduran diri tersebut. Langkah ini dilakukan setelah tekanan publik dan meningkatnya kekerasan selama demonstrasi.
Namun, muncul kabar simpang siur mengenai nasib Presiden Paudel. Beberapa laporan media, termasuk India Today, menyebut bahwa sang presiden juga telah menyatakan mundur. Akan tetapi, pernyataan resmi dari militer Nepal membantah kabar tersebut dan menegaskan bahwa Presiden Paudel masih menjabat.
Tuntutan Pengunjuk Rasa
Kelompok demonstran menyerukan dibentuknya “pemerintahan sipil yang dipimpin oleh sosok yang diterima secara universal” serta pelaksanaan pemilu dalam waktu dekat. Dalam surat terbuka yang beredar di media sosial, mereka mengklaim bahwa “Nepal kini berada di bawah kendali rakyat.”
Kondisi ini diperparah oleh insiden kaburnya lebih dari 1.500 narapidana dari penjara Nakkhu di Lalitpur, memicu kekhawatiran akan meningkatnya kejahatan di tengah kekosongan kekuasaan. Laporan media lokal juga menyebut adanya penembakan di markas besar Kepolisian Nepal.
Pemblokiran Media Sosial dan Sensor Internet
Sebelumnya, pada 4 September, otoritas Nepal sempat memblokir beberapa platform media sosial karena tidak mematuhi peraturan pendaftaran ke Kementerian Komunikasi dan Teknologi Informasi. Namun, langkah ini malah menyulut kemarahan publik dan menjadi pemicu awal gelombang protes. Pemerintah akhirnya mencabut pemblokiran pada 8 September.
Kondisi Terkini dan Tanggapan Militer
Militer Nepal kini telah dikerahkan ke jalan-jalan ibu kota dan kota-kota besar lainnya. Dalam pernyataan publik, militer memperingatkan bahwa tindakan kekerasan, pembakaran, dan penjarahan akan ditindak tegas.
Situasi politik Nepal saat ini masih bergejolak. Ketidakpastian mengenai siapa yang akan memimpin pemerintahan transisi membuat masa depan negara Himalaya itu semakin tidak menentu.


