Jakarta,- Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) menunjukkan keseriusannya dalam menjalankan agenda keberlanjutan. Salah satu buktinya, dominasi ruang hijau di fasilitas produksinya di Karawang, Jawa Barat, berhasil mendorong capaian carbon offset operasional hingga 102 persen.
Hal ini diungkapkan oleh Direktur SDM, Teknologi, dan Informasi Peruri, Gandung Anggoro Murdani, yang menyatakan bahwa perusahaan tidak hanya sekadar mengikuti tren ramah lingkungan, tetapi telah menerapkan langkah-langkah nyata dan terukur di lapangan.
“Keberlanjutan bagi kami bukan sekadar jargon, tetapi praktik nyata yang sudah berjalan di lapangan,” ujarnya dalam pernyataan resmi di Jakarta, Sabtu (28/9).
🌱 Ruang Hijau dan Adaptasi Bangunan untuk Lingkungan Sehat
Selain di Karawang, komitmen Peruri terhadap lingkungan juga terlihat di kawasan Taman Kota Peruri di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan — bekas area pabrik yang kini disulap menjadi ruang terbuka hijau bagi publik. Transformasi kawasan ini menggunakan pendekatan adaptive reuse, yakni mengubah fungsi bangunan lama tanpa menghilangkan karakter historisnya.
Dengan menerapkan low-rise density dan konsep ramah lingkungan, Peruri tak hanya menciptakan lingkungan kerja yang hijau, tetapi juga memberikan kontribusi positif terhadap kualitas udara dan kenyamanan masyarakat kota.
“Keberlanjutan adalah investasi jangka panjang bagi generasi mendatang, dan Peruri ingin menjadi bagian penting dalam perjalanan itu,” kata Gandung.
💡 Teknologi Hijau dan Digitalisasi Jadi Kunci Transformasi
Langkah menuju keberlanjutan tak hanya terlihat secara fisik, tetapi juga pada sisi teknologi. Peruri telah mengembangkan green dashboard — sistem digital yang memantau konsumsi energi, penggunaan air, limbah, serta emisi karbon secara real-time dan terintegrasi.
Transformasi digital juga dilakukan di seluruh lini, termasuk digitalisasi proses dan produk, yang secara langsung mengurangi penggunaan kertas dan meningkatkan efisiensi operasional.
Tak ketinggalan, Peruri menggunakan clean-tech machine dan low-emission technology dalam operasional produksinya — memastikan proses bisnis berjalan selaras dengan komitmen pengurangan emisi karbon.
“Kami memulai langkah transformasi melalui digitalisasi proses, digitalisasi produk, hingga penggunaan mesin berteknologi ramah lingkungan,” tegas Gandung.
🎯 Menuju Net Zero Emission 2060
Upaya berkelanjutan Peruri sejalan dengan target nasional untuk mencapai Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060. Melalui penyusunan Roadmap Peruri Hijau, perusahaan memantapkan posisinya sebagai pelaku industri strategis yang siap menjadi bagian dari solusi iklim jangka panjang.


