Cadangan Devisa Turun ke 148,2 Miliar Dolar AS, BI Pastikan Kondisi Tetap Aman

Must read

Businesstrack.id- Bank Indonesia melaporkan penurunan posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Maret 2026 menjadi sebesar 148,2 miliar dolar AS, dari sebelumnya 151,9 miliar dolar AS pada Februari 2026.

Penurunan sebesar 3,7 miliar dolar AS tersebut terutama dipengaruhi oleh kebutuhan pembayaran utang luar negeri pemerintah serta langkah bank sentral dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah dinamika pasar global.

Meski demikian, Ramdan Denny Prakoso selaku Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI menegaskan bahwa posisi cadangan devisa Indonesia masih berada pada level yang tinggi dan memadai.

Cadangan devisa pada akhir Maret 2026 tercatat setara dengan pembiayaan 6,0 bulan impor atau 5,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Angka ini jauh melampaui standar kecukupan internasional yang umumnya berada di kisaran tiga bulan impor.

Bank Indonesia juga mencatat bahwa penurunan cadangan devisa terjadi di tengah tetap adanya aliran masuk devisa, termasuk dari penerbitan global bond pemerintah serta penerimaan pajak dan sektor jasa.

Ke depan, BI memandang ketahanan sektor eksternal Indonesia tetap terjaga. Hal ini didukung oleh tingkat cadangan devisa yang kuat serta prospek aliran masuk modal asing yang positif, seiring meningkatnya kepercayaan investor terhadap perekonomian nasional dan daya tarik imbal hasil investasi domestik.

Bank Indonesia menegaskan akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah guna menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.

 

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article