ID FOOD Pastikan Impor Gula Hanya untuk Cadangan Pangan Pemerintah

Must read

Businesstrack.id- Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau ID FOOD, Sis Apik Wijayanto, menegaskan bahwa keputusan pemerintah untuk tetap melakukan impor gula kristal mentah (GKM) atau raw sugar adalah semata-mata untuk memenuhi cadangan pangan pemerintah (CPP), bukan untuk kebutuhan konsumsi saat ini.

“Importasi ini adalah untuk cadangan pangan pemerintah, bukan untuk kebutuhan sekarang,” ujar Sis Apik dalam konferensi pers mengenai Kesiapan Pangan Jelang Puasa dan Lebaran di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (28/2). Ia menjelaskan bahwa pada Mei dan Juni 2025, Indonesia sudah memasuki musim giling dan dipastikan kebutuhan gula konsumsi dalam negeri akan tercukupi.

Namun, Sis Apik menekankan pentingnya memiliki cadangan gula untuk mengantisipasi kemungkinan kondisi tak terduga, meskipun pasokan gula domestik cukup untuk kebutuhan konsumsi masyarakat. Saat ini, pemerintah juga tengah bernegosiasi dengan negara-negara produsen gula untuk memastikan ketersediaan pasokan.

Sementara itu, Direktur Utama PTPN III (Persero) Mohammad Abdul Ghani menambahkan bahwa stok gula konsumsi yang tersedia sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan 3-4 bulan ke depan. Ia juga memastikan bahwa gula impor tidak akan disalurkan ke pasar, melainkan akan disimpan sebagai cadangan pangan pemerintah. “Gula yang diimpor oleh teman-teman dari RNI itu nanti tidak didistribusikan ke pasar, tapi untuk cadangan pangan pemerintah,” ujarnya.

Kebijakan impor gula ini sebelumnya sempat menjadi perdebatan, mengingat Indonesia sebelumnya telah melarang impor beberapa komoditas pangan seperti beras, jagung, dan garam. Namun, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyatakan bahwa gula kini kembali diizinkan untuk diimpor sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. “Gula sudah boleh (impor). Perintah Presiden, jadi saya tidak berani menolaknya,” kata Zulhas.

Dengan adanya kebijakan ini, pemerintah memastikan ketersediaan pasokan gula yang cukup untuk cadangan pangan sekaligus menjaga stabilitas harga di pasar domestik.

 

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article