Bank Mandiri Catat Pertumbuhan Kredit Solid, NPL Tetap Rendah di Tengah Dinamika Ekonomi

Must read

Jakarta, 1 September 2025 — PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menunjukkan performa intermediasi yang kuat sepanjang tahun berjalan, dengan pertumbuhan penyaluran kredit yang sehat di berbagai segmen, termasuk kredit wholesale, KPR, dan ritel, per Mei 2025. Menariknya, pertumbuhan tersebut dicapai dengan tetap menjaga kualitas kredit, terbukti dari rasio kredit bermasalah (NPL) yang tetap rendah.

Dalam acara Mandiri Economic Outlook Q3 2025 yang digelar di Jakarta, Kamis lalu, Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri, Ari Rizaldi, menyampaikan bahwa perseroan terus menjaga prinsip kehati-hatian dalam ekspansi kredit guna menghadapi berbagai tantangan ekonomi.

“Bank Mandiri terus menunjukkan kinerja intermediasi yang positif dan sehat,” ujarnya.

Kredit wholesale, yang menjadi salah satu andalan perseroan, tumbuh signifikan sebesar 15,8 persen (yoy) hingga Mei 2025, jauh melampaui rata-rata pertumbuhan industri yang tercatat hanya 8,43 persen pada periode yang sama.

Segmen Kredit Pemilikan Rumah (KPR) juga menunjukkan pertumbuhan kuat sebesar 14,2 persen (yoy), sedangkan kredit ritel tumbuh 8,95 persen (yoy), sejalan dengan tren sektor perbankan secara umum.

Dari sisi risiko, Bank Mandiri berhasil menjaga rasio NPL hanya di angka 1,06 persen secara bank only, yang lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata industri perbankan nasional, mencerminkan manajemen risiko yang efektif.

Secara lebih luas, Ari menyampaikan bahwa industri perbankan menunjukkan tanda-tanda moderasi dalam fungsi intermediasinya, dengan pertumbuhan kredit secara nasional sebesar 7,03 persen (yoy) pada Juli 2025. Di sisi lain, Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan tumbuh stabil sebesar 7,00 persen (yoy), menghasilkan rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) di level 86,5 persen, yang menunjukkan kondisi likuiditas industri tetap sehat.

“Ke depan, kami melihat prospek likuiditas perbankan tetap positif, seiring dengan dukungan dari kebijakan moneter dan fiskal yang tetap ekspansif,” tutup Ari.

 

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article