BNI Salurkan Rp4,4 Triliun Kredit UMKM Non-KUR, Fokus ke Sektor Produktif dan Inovasi Digital

Must read

Jakarta, 8 September 2025 — PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mencatat pertumbuhan signifikan dalam penyaluran kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) non-Kredit Usaha Rakyat (non-KUR). Hingga semester I 2025, total pembiayaan yang disalurkan mencapai Rp4,4 triliun, meningkat 9,2 persen secara tahunan (year-on-year).

Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menyatakan bahwa pertumbuhan ini mencerminkan komitmen berkelanjutan BNI dalam mendukung pemberdayaan UMKM, khususnya pada sektor-sektor produktif yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional.

“Kami fokus pada sektor perdagangan, jasa, pertanian, industri, dan perikanan, karena sektor-sektor ini memiliki potensi besar namun kerap menghadapi keterbatasan akses pembiayaan,” jelas Okki dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

🔄 Fokus pada Ekosistem Produktif dan Pendampingan Jangka Panjang

Untuk menjaga kualitas kredit dan keberlangsungan bisnis nasabah, BNI menerapkan strategi berbasis supply chain (rantai pasok) dan ekosistem close loop transaction. Pendekatan ini bertujuan memastikan kelancaran arus kas dan ketersediaan pasar bagi pelaku UMKM, sekaligus memberikan pendampingan jangka panjang secara berkelanjutan.

Langkah ini juga selaras dengan arahan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang tengah menyiapkan kebijakan baru agar perbankan mencantumkan target pembiayaan UMKM dalam Rencana Bisnis Bank (RBB).

“Kebijakan ini akan menjadi pendorong penting bagi perbankan untuk lebih aktif dan inklusif dalam menyalurkan pembiayaan kepada UMKM,” tambah Okki.

💻 Inovasi Digital Dorong Akses Lebih Luas

Tak hanya fokus pada penyaluran kredit, BNI juga terus memperkuat infrastruktur digital guna memudahkan pelaku UMKM mengakses layanan keuangan. Salah satu terobosan terbaru adalah platform BNIdirect Bisnis, sebuah solusi digital yang dirancang khusus untuk menjawab kebutuhan UMKM dalam transaksi keuangan.

Platform ini menawarkan pengalaman pengguna yang sederhana, cepat, dan terintegrasi, serta fleksibel menyesuaikan karakteristik bisnis kecil. Digitalisasi ini diharapkan mampu mengatasi hambatan teknologi yang masih sering dirasakan oleh pelaku UMKM.

📈 Langkah Strategis Menuju UMKM Tangguh

Dengan menggabungkan strategi pembiayaan sektor produktif, inovasi digital, dan sinergi kebijakan regulator, BNI bertekad untuk memperkuat kontribusinya terhadap perekonomian nasional.

“Kami ingin memastikan UMKM tidak hanya tumbuh, tetapi juga berdaya saing dan tangguh dalam jangka panjang,” tutup Okki.

 

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article