Jakarta, 8 September 2025 — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mencatat lonjakan signifikan dalam pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) melalui platform Bale Properti, yang mencapai 27.900 pengajuan hingga akhir Juni 2025. Angka ini meningkat hampir 150 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya mencatat 11.300 pengajuan.
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menyatakan bahwa lonjakan ini mencerminkan kepercayaan dan respons positif nasabah terhadap Bale Properti sebagai layanan digital yang mempermudah proses pengajuan KPR tanpa harus datang ke kantor cabang.
“BTN terus berinovasi melalui Bale by BTN, menghadirkan fitur lengkap untuk transaksi keuangan dan akses KPR yang lebih praktis,” ujar Nixon dalam keterangannya, Kamis (4/9).
📱 Transformasi Digital Lewat Bale by BTN
Bale Properti dapat diakses melalui super app Bale by BTN maupun situs resmi btnproperti.co.id. Hingga semester I 2025, jumlah pengguna Bale sudah mencapai 2,7 juta, dan diharapkan menembus 3,6 juta pengguna hingga akhir tahun.
BTN terus mengembangkan kualitas layanan dan produk digital untuk memperkuat daya saing di tengah ketatnya persaingan industri perbankan, sekaligus mendorong kepuasan dan loyalitas nasabah.
🏘️ BTN Dengar Aspirasi Nasabah di Hari Pelanggan Nasional
Sebagai bentuk komitmen terhadap layanan prima, BTN juga menggelar kunjungan langsung ke Perumahan Kota Sutera, Tangerang, yang dikembangkan oleh MAS Group. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Pelanggan Nasional yang jatuh pada 4 September, dengan tema “Think Customer”.
“Pemenuhan kebutuhan nasabah adalah prioritas kami. Kunjungan ini menjadi momen penting untuk menyerap aspirasi langsung dari nasabah terkait kualitas hunian dan layanan BTN,” ungkap Nixon.
🤝 Komitmen BTN untuk Layanan Prima
BTN menegaskan bahwa seluruh masukan dan aspirasi dari nasabah serta mitra akan menjadi fondasi pengembangan layanan BTN ke depan, baik di kanal fisik maupun digital.
“Tujuan kami adalah mencapai service excellence, mulai dari KPR hingga layanan pengelolaan keuangan dan investasi,” tutup Nixon.


