Jakarta, 8 September 2025- Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan pada Minggu (7/9) bahwa Israel sudah menerima persyaratan gencatan senjata yang diajukan, dan mengingatkan kelompok Palestina Hamas untuk segera mengikuti.
Melalui unggahan di media sosial Truth Social, Trump menegaskan, “Semua orang ingin para sandera pulang dan perang berakhir. Israel sudah menerima persyaratan saya. Saatnya Hamas menerima juga.”
Trump memperingatkan Hamas akan konsekuensi serius jika menolak tawaran tersebut, menyebutnya sebagai “peringatan terakhir”.
Namun, hingga saat ini, pihak pemerintahan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu belum mengonfirmasi hal tersebut secara resmi.
Negosiasi tidak langsung yang dimediasi Mesir dan Qatar bertujuan untuk mencapai pertukaran tahanan dan mengakhiri konflik di Gaza. Hamas sendiri telah menyetujui usulan gencatan senjata selama 60 hari sejak 18 Agustus, tetapi Israel belum memberikan respons.
Ultimatum Trump datang di tengah meningkatnya tekanan internasional agar segera tercapai kesepakatan guna menghentikan serangan militer Israel di Gaza, yang menurut otoritas setempat telah menewaskan lebih dari 64 ribu warga Palestina sejak Oktober 2023 dan menyebabkan krisis kemanusiaan.
Selain itu, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) dan Mahkamah Internasional (ICJ) tengah menangani kasus dugaan kejahatan perang dan genosida yang diduga dilakukan Israel di wilayah Gaza.


