Jakarta, 8 September 2025- TikTok kini telah menembus angka lebih dari 200 juta pengguna bulanan di Eropa, atau sekitar satu dari tiga penduduk benua tersebut, menurut laporan Reuters yang dikutip Techi pada Sabtu (6/9). Pencapaian ini menunjukkan pertumbuhan signifikan dibandingkan dengan 175 juta pengguna di 32 negara Eropa pada tahun 2024.
Sebagai produk dari perusahaan teknologi ByteDance asal China, TikTok juga mengumumkan bahwa jumlah pengguna aktif globalnya telah mencapai satu miliar, menegaskan posisinya sebagai salah satu platform media sosial terbesar dunia.
Meskipun menghadapi tekanan regulasi yang ketat di sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat, TikTok tetap mempertahankan popularitasnya yang kuat. Di AS, mantan Presiden Donald Trump sempat menuntut ByteDance untuk melepas kepemilikan TikTok di wilayah tersebut. Sementara itu, Uni Eropa menjatuhkan denda sebesar 530 juta euro (sekitar Rp10 triliun) pada Mei 2025 atas pelanggaran privasi.
Para pesaing TikTok kesulitan untuk menyaingi platform ini, terutama dalam menghadirkan konten video pendek yang sangat diminati oleh pengguna muda. TikTok berhasil menciptakan format unik yang terus menarik perhatian pasar, sementara pertumbuhan platform lain cenderung lebih lambat.
Namun, popularitas yang meningkat pesat ini juga memunculkan tantangan baru terkait perlindungan data, moderasi konten, dan tanggung jawab platform, yang menjadi sorotan pengawas dan masyarakat global.


