Jakarta, 15 September 2025 –Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan akan melakukan penyesuaian pos anggaran untuk memperkuat pelaksanaan program stimulus ekonomi yang digulirkan pemerintah. Dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian pada Jumat, Purbaya menyebutkan bahwa pos anggaran yang diperkirakan tidak terserap hingga akhir tahun akan dialihkan ke program yang lebih siap dilaksanakan.
“Pos anggaran kan bisa digeser. Nanti kita lihat mana yang kita prediksi nggak terserap sampai akhir tahun. Itu akan kami geser ke tempat yang lebih siap,” ungkapnya.
Purbaya juga akan mengevaluasi berbagai program yang berpotensi terhambat dan siap mendorong percepatan agar program-program tersebut bisa berjalan optimal. Pemerintah bahkan akan membentuk tim khusus akselerasi program pembangunan guna memastikan seluruh program berjalan dengan baik dan memberikan dampak ekonomi jangka panjang.
“Kami ingin memastikan seluruh anggaran bisa dipakai secara efektif, sehingga tidak ada sisa anggaran berlebihan seperti sebelumnya,” tambah Purbaya.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan pemerintah telah menyiapkan paket stimulus yang terdiri dari delapan program utama dan empat program tambahan yang akan dijalankan hingga akhir tahun.
Beberapa program tersebut antara lain pengembangan magang berbayar bagi fresh graduate untuk memperkuat koneksi antara dunia pendidikan dan industri, serta perluasan insentif pajak Ditanggung Pemerintah (DTP) yang sebelumnya hanya untuk industri padat karya kini juga berlaku untuk sektor perhotelan, restoran, dan katering (horeka).
Selain itu, bantuan pangan yang telah berjalan akan diperpanjang selama tiga bulan ke depan, sementara cakupan jaminan sosial ketenagakerjaan diperluas untuk meliputi pekerja lepas dan mitra pengemudi ojek daring, dengan sebagian iuran pekerja akan ditanggung negara.
Pemerintah juga menyiapkan program cash for work atau kerja padat karya di sektor perhubungan dan perumahan, serta fasilitas BPJS Ketenagakerjaan untuk mendukung kepemilikan dan renovasi rumah bagi pekerja.
Dengan strategi ini, pemerintah berharap dapat mengakselerasi pemulihan ekonomi sekaligus memperkuat perlindungan sosial bagi masyarakat.


