Pertamina Sumbang Rp225,6 Triliun untuk Negara Hingga Juli 2025, Terbesar dari BUMN

Must read

Jakarta, 15 September 2025 –PT Pertamina (Persero) mencatat kontribusi signifikan kepada negara dengan total penerimaan sebesar Rp225,6 triliun hingga Juli 2025. Kontribusi tersebut berasal dari pajak, dividen, dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP), menjadikan Pertamina sebagai BUMN penyumbang dividen dan pajak terbesar bagi negara.

Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menyampaikan hal ini dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI, Jumat lalu. Simon menegaskan bahwa Pertamina secara konsisten berkontribusi lebih dari Rp300 triliun setiap tahunnya bagi penerimaan negara.

Simon juga memaparkan kinerja keuangan Pertamina yang tetap positif meskipun harga minyak mentah, solar, dan nilai tukar dolar AS mengalami tekanan jika dibandingkan dengan tahun 2024. Sampai Juli 2025, pendapatan perusahaan mencapai Rp672 triliun dengan produksi minyak dan gas bumi lebih dari 1 juta barel setara minyak per hari (BOEPD). Tingkat efisiensi kilang juga cukup tinggi, dengan yield valuable mencapai 84 persen.

Dari sisi operasional, Pertamina berhasil menemukan cadangan migas baru sebanyak 724 juta barel setara minyak di Wilayah Kerja Rokan. Perusahaan juga memproduksi bahan bakar avtur ramah lingkungan berbahan baku minyak jelantah, menjadi yang pertama diAsia Tenggara dengan kapasitas produksi 9 ribu barel per hari.

Selain itu, proyek revitalisasi tanki Arun dengan kapasitas 127.200 m3 ditargetkan rampung tahun ini. Pertamina juga mengoperasikan pembangkit listrik tenaga panas bumi di Lumut Balai dengan kapasitas 800 GWh, serta meluncurkan Pertamax Green 95 di 160 outlet dengan penjualan mencapai 4,83 ribu kiloliter.

Dalam mendukung program pemerintah, Pertamina menyediakan BBM satu harga di 573 titik dengan total volume penyaluran 2,6 juta kiloliter. Perusahaan juga menyalurkan produk PSO seperti solar, minyak tanah, Pertalite, dan LPG 3 kg, serta menjalankan program diskon avtur dan pemberian harga gas bumi tertentu untuk sektor industri strategis.

“Kontribusi Pertamina tidak hanya menjaga ketahanan energi nasional, tapi juga memperkuat peran penting perusahaan dalam perekonomian Indonesia,” ujar Simon.

 

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article