Jakarta, 22 September 2025 — PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatatkan kinerja keuangan impresif sepanjang paruh pertama tahun 2025 dengan membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp24,5 triliun. Pertumbuhan laba ini ditopang oleh pendapatan operasional yang solid dan ekspansi kredit yang melampaui rata-rata industri.
Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, dalam paparan kinerja kuartal II yang digelar secara daring pada Jumat (19/9), menyampaikan bahwa kinerja keuangan yang kuat mencerminkan daya tahan model bisnis Bank Mandiri di tengah tantangan ekonomi global.
“Pertumbuhan terlihat konsisten di seluruh indikator utama. Kami berhasil menjaga momentum positif dengan pendekatan yang tetap prudent,” ujar Novita.
💼 Pendapatan dan Profitabilitas Terjaga
- Pendapatan bunga bersih: Rp52,4 triliun (+6,73% yoy)
- Pendapatan non-bunga: Rp20,9 triliun (+7,82% yoy)
- Total pendapatan (net revenue): Rp73,4 triliun (+5,43% yoy)
- Pre-Provision Operating Profit (PPOP): Rp40,7 triliun
- ROE (Return on Equity): 21,1%
💳 Ekspansi Kredit Lebih Cepat dari Rata-Rata Industri
Hingga akhir Juni 2025, Bank Mandiri mencatat penyaluran kredit konsolidasi sebesar Rp1.701 triliun, naik 11 persen yoy, melampaui pertumbuhan kredit industri yang hanya 7,03 persen (data OJK).
Rinciannya:
- Kredit wholesale: Rp925 triliun (+12,3% yoy)
- Kredit retail: Rp402 triliun (+8,05% yoy)
- Kredit mikro produktif (segmen UMKM): +12,6% yoy
💰 Penghimpunan Dana Kuat, Likuiditas Aman
Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Mandiri tumbuh 10,7 persen yoy menjadi Rp1.828 triliun, didominasi oleh dana murah (CASA) yang mencapai 78,4 persen dari total DPK. Hal ini menopang net interest margin (NIM) di level yang kompetitif sebesar 4,92 persen.
- Loan to Deposit Ratio (LDR): 90,2%
- CASA: 78,4% dari total DPK
🔐 Risiko Kredit Terkendali, Permodalan Kuat
- Non-performing loan (NPL) gross (bank only): 1,08%, jauh lebih baik dari rata-rata industri (2,22%)
- NPL coverage ratio: 273%
- Loan at Risk (LAR): 7,06%
Rasio pencadangan yang tinggi menunjukkan ketahanan keuangan Bank Mandiri dalam menghadapi potensi risiko kredit, sekaligus memperkuat fondasi untuk ekspansi berkelanjutan.
