Businesstrack.id- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk resmi meluncurkan sistem BTN Loan Factory sebagai upaya mempercepat proses pengajuan kredit, khususnya kredit pemilikan rumah (KPR). Melalui inovasi ini, perseroan menargetkan waktu persetujuan kredit dapat dipangkas menjadi lima hari pada tahun ini, bahkan hingga tiga hari dalam beberapa tahun ke depan.
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menyampaikan bahwa percepatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah. Selama ini, proses pengajuan KPR di beberapa lokasi masih menghadapi kendala, bahkan bisa memakan waktu lebih dari satu bulan akibat belum terpusatnya sistem.
Saat ini, BTN telah berhasil menurunkan rata-rata waktu proses pengajuan kredit menjadi enam hari, lebih cepat dibandingkan sebelumnya yang mencapai sembilan hari. Dengan sistem baru yang lebih terintegrasi, perusahaan optimistis dapat memangkas waktu tersebut secara signifikan.
BTN mencatat volume pengajuan KPR yang cukup besar, yakni sekitar 220 ribu hingga 250 ribu aplikasi setiap tahunnya. Kondisi ini mendorong kebutuhan akan sistem yang terstandarisasi dan terpusat guna meningkatkan efisiensi serta memastikan kualitas layanan tetap terjaga.
Selain mempercepat proses, Loan Factory juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas kredit dengan menekan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL), sekaligus menjaga standar layanan (service level agreement). Di sisi lain, transformasi ini turut mendukung efisiensi operasional, termasuk optimalisasi sumber daya manusia yang dapat dialihkan ke fungsi pemasaran dan unit bisnis lainnya.
Fasilitas BTN Loan Factory yang berlokasi di Bekasi, Jawa Barat ini telah mulai beroperasi sejak awal April dan menjadi langkah strategis perusahaan dalam memperkuat daya saing menuju bank berstandar global.
Dengan inovasi tersebut, BTN berharap dapat memberikan kepastian waktu bagi nasabah dalam proses pengajuan KPR, sekaligus mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
