Businesstrack.id- PT Bank Sahabat Sampoerna Tbk mencatat kinerja positif sepanjang tahun 2025 dengan total aset mencapai Rp18,2 triliun atau tumbuh 2,69 persen secara tahunan (year on year/yoy). Pertumbuhan tersebut didukung oleh permodalan yang kuat, tercermin dari rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) sebesar 29,72 persen.
Direktur Finance & Business Planning Bank Sampoerna, Henky Suryaputra, menyampaikan bahwa perseroan terus berkomitmen memperkuat dukungan terhadap sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hal ini terlihat dari porsi penyaluran kredit UMKM yang mencapai 57,16 persen dari total kredit hingga akhir Desember 2025.
Menurutnya, UMKM memiliki peran krusial dalam perekonomian nasional. Oleh karena itu, Bank Sampoerna terus mendorong pembiayaan yang berkelanjutan serta menjalin kolaborasi dengan berbagai mitra strategis guna menjaga pertumbuhan sektor tersebut di tengah tantangan ekonomi.
Dari sisi kualitas aset, bank berhasil menjaga rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) tetap terkendali. Per akhir 2025, NPL gross tercatat sebesar 3,79 persen dan NPL net 2,28 persen, membaik dibandingkan tahun sebelumnya.
Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) juga mengalami peningkatan menjadi Rp13,44 triliun. Sementara itu, porsi dana murah (CASA) naik signifikan menjadi 22,73 persen, mencerminkan meningkatnya kepercayaan nasabah terhadap layanan perseroan.
Di sisi lain, CEO Bank Sampoerna, Ali Yong, menekankan pentingnya transformasi digital dalam industri perbankan. Melalui pengembangan layanan Bank as a Service (BaaS), perseroan telah menggandeng lebih dari 50 mitra seperti fintech, multifinance, dan koperasi untuk memperluas akses layanan keuangan.
Implementasi strategi digital tersebut berdampak pada lonjakan transaksi. Volume transaksi digital meningkat 21 persen secara tahunan menjadi Rp174 triliun, sementara frekuensi transaksi melonjak tajam dari 42 juta menjadi 643 juta transaksi sepanjang 2025.
Selain itu, Bank Sampoerna juga aktif meningkatkan literasi keuangan melalui program SampoernaFest yang telah melibatkan puluhan UMKM lokal dan memperkenalkan layanan digital kepada masyarakat luas.
Dengan berbagai langkah tersebut, Bank Sampoerna optimistis dapat terus memperkuat ekosistem keuangan inklusif sekaligus mendukung pertumbuhan UMKM sebagai pilar utama ekonomi nasional.
