Businesstrack.id- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mencatatkan kinerja positif pada kuartal I 2026 dengan laba bersih mencapai Rp15,5 triliun, tumbuh 13,74 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Direktur Utama Hery Gunardi mengatakan capaian tersebut ditopang oleh pertumbuhan kredit yang selektif, efisiensi biaya dana, serta kualitas aset yang relatif terjaga di tengah dinamika industri perbankan.
Dari sisi pendapatan, BRI membukukan pendapatan bunga sebesar Rp52,83 triliun atau meningkat 5,94 persen (yoy). Di saat yang sama, beban bunga justru turun 9,31 persen menjadi Rp12,68 triliun, sehingga memperkuat margin bunga bersih perseroan.
Penyaluran kredit dan pembiayaan BRI secara konsolidasi mencapai Rp1.497 triliun hingga Maret 2026, tumbuh 13 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ini didorong antara lain oleh penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) sebesar Rp47,09 triliun kepada sekitar 947 ribu nasabah.
Selain itu, pembiayaan perumahan melalui skema FLPP mencapai Rp17,13 triliun yang menjangkau sekitar 125 ribu debitur, memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.
Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp1.555 triliun atau tumbuh 9,4 persen (yoy). Komposisi dana murah (CASA) mencapai 68,1 persen, mencerminkan struktur pendanaan yang efisien.
Meski demikian, kualitas kredit menunjukkan sedikit tekanan. Rasio kredit bermasalah (NPL) bruto meningkat menjadi 3,31 persen, sementara NPL net naik menjadi 1,01 persen, seiring dengan ekspansi kredit yang lebih agresif.
Likuiditas masih terjaga dengan loan to deposit ratio (LDR) di level 87,66 persen, meskipun ruang likuiditas menjadi lebih terbatas.
Secara keseluruhan, total aset BRI mencapai Rp2.249 triliun pada kuartal I 2026 atau tumbuh lebih dari 7,2 persen (yoy), menegaskan fundamental bisnis perseroan yang tetap kuat di tengah upaya ekspansi dan peningkatan inklusi keuangan.
