Businesstrack.id- ASEAN menegaskan komitmennya untuk memperkuat koordinasi regional guna menjaga stabilitas kawasan di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global dan dampak konflik di Timur Tengah.
Komitmen tersebut disampaikan dalam Pertemuan Dewan Komunitas Ekonomi ASEAN (AEC) ke-27 yang berlangsung di Cebu, saat negara-negara anggota membahas langkah bersama untuk menjaga ketahanan ekonomi kawasan.
Sekretaris Perdagangan dan Industri Filipina, Cristina Roque, mengatakan ASEAN perlu memastikan kawasan tetap terbuka, aman, dan mampu bertahan menghadapi tekanan global seperti lonjakan harga energi dan gangguan rantai pasokan.
Menurut Roque, forum AEC bukan sekadar ruang diskusi, tetapi menjadi tempat bagi negara anggota untuk menyamakan prioritas serta menyiapkan keputusan strategis bagi kawasan.
ASEAN juga melanjutkan pembahasan mengenai penguatan ekonomi digital melalui Perjanjian Kerangka Kerja Ekonomi Digital ASEAN (DEFA) dan implementasi Visi Komunitas ASEAN 2045 yang diarahkan untuk meningkatkan daya saing kawasan.
Dalam agenda KTT ASEAN ke-48 yang akan digelar Jumat (8/5), para pemimpin ASEAN dijadwalkan mengeluarkan pernyataan bersama terkait respons kawasan terhadap krisis Timur Tengah. Pernyataan tersebut mencakup langkah kolektif untuk memperkuat keamanan energi, menjaga stabilitas pasar dan keuangan, serta memperkuat ketahanan pangan dan rantai pasokan pertanian.
Selain itu, ASEAN juga akan memperluas kerja sama kemanusiaan regional guna mengantisipasi dampak sosial dan ekonomi akibat krisis global yang berkembang.
Tahun ini, Filipina menjadi tuan rumah rangkaian KTT ASEAN 2026 dengan mengusung tema “Menavigasi Masa Depan Kita, Bersama.”
