Businesstrack.id- Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti, mengungkapkan bahwa perekonomian Indonesia mengalami deflasi sebesar 0,48 persen pada Februari 2025 jika dihitung secara bulanan atau month-to-month (mtm). Penurunan ini tercatat pada Indeks Harga Konsumen (IHK) yang turun dari 105,99 pada Januari 2025 menjadi 105,48 pada Februari 2025.
Amalia menjelaskan bahwa deflasi yang terjadi di bulan Februari ini mencerminkan penurunan harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat. Hal ini menjadi perhatian penting bagi perekonomian, karena deflasi dapat menunjukkan bahwa tekanan harga mulai mereda, meskipun tetap perlu diwaspadai dampaknya terhadap daya beli masyarakat.
Deflasi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya penurunan harga komoditas tertentu serta faktor musiman. BPS terus memantau perkembangan harga barang dan jasa di pasar untuk memberikan gambaran yang lebih jelas terkait kondisi ekonomi Indonesia ke depan.
