Modal Asing Masuk Rp4,15 Triliun di Akhir April, Rupiah Tetap Tertekan

Must read

Businesstrack.id- Bank Indonesia (BI) melaporkan aliran modal asing bersih (net inflow) ke pasar keuangan domestik sebesar Rp4,15 triliun pada pekan kelima April 2025, mencerminkan minat investor asing yang masih positif terhadap instrumen keuangan Indonesia meski nilai tukar rupiah terus tertekan.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, mengungkapkan bahwa dana asing tersebut masuk terutama melalui Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp0,22 triliun dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sebesar Rp3,95 triliun. Sementara itu, pasar saham mencatatkan aliran keluar tipis sebesar Rp0,01 triliun.

Namun secara year-to-date hingga 30 April 2025, pasar saham dan SRBI masih mengalami tekanan, dengan dana asing keluar masing-masing sebesar Rp49,56 triliun dan Rp12,05 triliun. Satu-satunya yang masih mencatat aliran masuk bersih adalah pasar SBN, yang mengoleksi Rp23,01 triliun sepanjang tahun ini.

Di sisi lain, premi risiko investasi Indonesia meningkat. Credit Default Swap (CDS) tenor 5 tahun naik menjadi 97,18 basis poin (bps) pada 1 Mei 2025 dari sebelumnya 93,98 bps per 25 April, menandakan sentimen risiko yang sedikit memburuk di mata investor global.

Tekanan juga terlihat pada nilai tukar rupiah yang dibuka melemah di posisi Rp16.600 per dolar AS pada Jumat (2/5), turun dari penutupan sebelumnya di level Rp16.595. Kinerja dolar AS turut memperkuat tekanan ini, dengan indeks DXY tercatat naik ke level 100,25.

Sementara itu, imbal hasil SBN 10 tahun domestik naik tipis ke 6,86 persen, mencerminkan penyesuaian pasar terhadap sentimen global. Di sisi lain, yield US Treasury Note 10 tahun justru turun ke level 4,218 persen.

Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun arus dana asing masuk kembali terjadi, tekanan terhadap rupiah dan risiko pasar belum sepenuhnya mereda.

 

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article