Businesstrack.id- Kebiasaan bernapas melalui mulut saat tidur atau berolahraga dalam jangka panjang dapat berdampak negatif terhadap kesehatan pernapasan. Hal ini karena udara yang masuk tidak melalui proses penyaringan alami di hidung.
Hidung berfungsi sebagai penyaring dan pengatur udara, mulai dari menghangatkan dan melembapkan udara, hingga memerangkap debu serta mikroba sebelum masuk ke saluran pernapasan. Namun, fungsi tersebut tidak bekerja ketika seseorang bernapas melalui mulut.
Asisten Profesor di SDM Institute of Ayurveda and Hospital, Dr. Samhita Ullod, menjelaskan bahwa kondisi tersebut membuat udara yang masuk ke paru-paru menjadi lebih dingin, kering, dan kurang bersih.
Dalam jangka panjang, hal ini dapat memicu iritasi saluran pernapasan, meningkatkan beban kerja sistem pernapasan, serta menurunkan efisiensi pertukaran oksigen. Akibatnya, tubuh dapat menjadi lebih mudah lelah, sulit berkonsentrasi, dan mengalami penurunan kualitas pernapasan secara bertahap.
Tanda awal kebiasaan ini antara lain bibir kering saat bangun tidur atau sering terbangun pada malam hari karena rasa haus. Dr. Ullod juga menyebutkan bahwa pola napas yang buruk dapat mengganggu kualitas tidur dan berpotensi memperburuk kondisi seperti apnea tidur.
Pada anak-anak, kebiasaan bernapas melalui mulut dalam jangka panjang dapat memengaruhi perkembangan rahang dan susunan gigi, serta meningkatkan risiko masalah gusi dan infeksi tenggorokan.
Untuk mengatasinya, langkah awal yang disarankan adalah menjaga kebersihan saluran hidung agar tidak tersumbat. Selain itu, latihan pernapasan dan aktivitas fisik secara teratur dapat membantu melatih kembali kebiasaan bernapas melalui hidung serta meningkatkan efisiensi paru-paru.
