Pembiayaan Infrastruktur PT Sarana Multi Infrastruktur Tembus Rp275 Triliun

Must read

Businesstrack.id- PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) mencatat komitmen pembiayaan sebesar Rp275 triliun sepanjang periode 2009 hingga 2025, dengan total nilai proyek yang didukung mencapai Rp1.183 triliun.

Direktur Utama PT SMI, Reynaldi Hermansjah, menyampaikan bahwa pembiayaan tersebut memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian nasional, termasuk penyerapan sekitar 10,9 juta tenaga kerja.

Selain itu, kontribusi pembiayaan infrastruktur yang disalurkan SMI turut menopang produk domestik bruto (PDB) nasional hingga sekitar 0,5 persen.

Dari sisi wilayah, dampak ekonomi pembiayaan tersebar di berbagai daerah, dengan porsi terbesar berada di Pulau Jawa sebesar 29 persen. Disusul Sumatera 21,9 persen, Kalimantan 20,2 persen, Maluku dan Papua 16 persen, Sulawesi 7,4 persen, serta Bali dan Nusa Tenggara 5,5 persen.

Menurut Reynaldi, pemerataan investasi infrastruktur menjadi kunci dalam mengurangi kesenjangan antarwilayah sekaligus meningkatkan efisiensi ekonomi nasional. Pendekatan ini diperkuat melalui pembiayaan berbasis riset yang dikembangkan oleh SMI Institute.

Ke depan, kebutuhan pendanaan infrastruktur masih sangat besar. Mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2025-2029, kebutuhan investasi diperkirakan mencapai 625 miliar dolar AS. Namun, kemampuan pendanaan pemerintah saat ini baru mencakup sekitar 40 persen dari total kebutuhan tersebut.

Reynaldi menekankan bahwa tantangan pembangunan tidak lagi sekadar soal besarnya pembiayaan, tetapi juga bagaimana pembiayaan tersebut mampu menghasilkan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan yang terukur.

Sebagai bagian dari komitmen tersebut, SMI terus memperkuat perannya sebagai lembaga pembiayaan pembangunan (Development Finance Institution/DFI) dengan mendorong ekosistem pembangunan yang kolaboratif dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan yang sama, SMI juga memberikan penghargaan Environmental and Social Safeguards (ESS) Awards kepada sejumlah debitur yang dinilai berhasil menerapkan praktik terbaik dalam aspek lingkungan dan sosial.

Beberapa penerima penghargaan antara lain PT PLN (Persero), PT Angkasa Pura Indonesia, serta PT Medco Cahaya Geothermal.

Melalui penghargaan ini, SMI berharap dapat mendorong penerapan prinsip keberlanjutan secara lebih luas di berbagai sektor, sekaligus memastikan bahwa setiap pembiayaan yang diberikan mampu memberikan dampak positif yang nyata bagi pembangunan nasional.

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article