Businesstrack.id- PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatatkan kinerja operasional yang tetap solid pada kuartal I 2026 dengan pertumbuhan pendapatan dua digit. Perseroan membukukan pendapatan usaha sebesar Rp5,1 triliun atau meningkat 10,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kontribusi terbesar masih berasal dari pendapatan tol yang mencapai Rp4,7 triliun, naik 9,4 persen secara tahunan. Sementara itu, pendapatan usaha lainnya tumbuh lebih tinggi sebesar 24,4 persen menjadi Rp397,6 miliar.
Sejalan dengan peningkatan pendapatan, laba operasional yang tercermin dari EBITDA juga mengalami kenaikan 10,7 persen menjadi Rp3,4 triliun, dengan margin tetap terjaga di level 66,1 persen. Hal ini menunjukkan efektivitas perseroan dalam menjaga efisiensi dan kinerja operasional.
Namun demikian, laba bersih perusahaan tercatat sebesar Rp774,7 miliar atau mengalami sedikit penurunan dibandingkan tahun lalu. Penurunan ini dipengaruhi oleh meningkatnya biaya keuangan seiring beroperasinya sejumlah ruas tol baru, termasuk Tol Jogja–Solo.
Dari sisi operasional, volume lalu lintas di jalan tol yang dikelola perseroan meningkat 1,64 persen menjadi 318,8 juta kendaraan. Rata-rata lalu lintas harian tercatat mencapai 3,5 juta kendaraan sepanjang kuartal pertama tahun ini.
Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan A. Purwantono, menyatakan bahwa pertumbuhan ini mencerminkan konsistensi perusahaan dalam mengelola beban usaha serta mengoptimalkan kinerja operasional.
Perseroan juga terus melanjutkan berbagai proyek strategis, seperti pembangunan Tol Yogyakarta–Bawen dan Tol Probolinggo–Banyuwangi, guna memperkuat jaringan dan mendukung pertumbuhan jangka panjang.
Dengan pangsa sekitar 42 persen dari total jalan tol beroperasi di Indonesia, Jasa Marga tetap mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar di industri jalan tol nasional. Ke depan, perusahaan optimistis kinerja akan terus membaik melalui ekspansi, peningkatan layanan, serta strategi efisiensi yang berkelanjutan.
