Businesstrack.id- PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mencatatkan kinerja keuangan yang kuat pada kuartal I 2026 dengan laba bersih sebesar 43,9 juta dolar AS, meningkat 40 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 32,4 juta dolar AS.
Direktur Keuangan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk, Fransetya Hutabarat, menyampaikan bahwa pertumbuhan ini didorong oleh efektivitas strategi bisnis berkelanjutan yang dijalankan perseroan serta pengelolaan keuangan yang solid.
Dari sisi pendapatan, perseroan membukukan 116,6 juta dolar AS atau tumbuh 14,8 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Sementara itu, total aset mencapai 3,06 miliar dolar AS, dengan kas dan setara kas sebesar 745,2 juta dolar AS yang turut mengalami peningkatan.
Struktur keuangan PGE juga menunjukkan perbaikan. Ekuitas meningkat menjadi 2,09 miliar dolar AS, sedangkan liabilitas turun 2,44 persen menjadi 964,7 juta dolar AS. Penurunan liabilitas ini memperkuat struktur modal sekaligus menurunkan risiko keuangan perusahaan.
Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk, Ahmad Yani, menegaskan bahwa di tengah dinamika global dan krisis energi, pengembangan energi baru terbarukan, khususnya panas bumi, tetap menjadi prioritas strategis.
Saat ini, PGE mengelola 15 wilayah kerja panas bumi dengan kapasitas terpasang mencapai 727 megawatt (MW), atau sekitar 70 persen dari total kapasitas nasional. Perseroan menargetkan peningkatan kapasitas menjadi 1 gigawatt (GW) pada 2028 dan 1,8 GW pada 2034.
Target tersebut sejalan dengan rencana PT PLN (Persero) dalam RUPTL 2025–2034 yang menargetkan porsi energi baru terbarukan mencapai 76 persen, dengan kontribusi panas bumi sebesar 5,2 GW.
Selain kinerja finansial, PGE juga menunjukkan pencapaian di bidang keberlanjutan dengan meraih peringkat ESG tertinggi di Indonesia versi Sustainalytics, serta masuk dalam daftar Top 50 Global ESG Companies 2025.
Dengan kinerja yang solid dan strategi ekspansi yang jelas, PGE semakin memperkuat perannya sebagai salah satu pemain utama dalam pengembangan energi bersih di Indonesia.
