Businesstrack.id- PT Bank Pembangunan Daerah Bali (BPD Bali) terus memperluas implementasi sistem pembayaran digital lintas negara berbasis QRIS dengan menyasar pasar Korea Selatan.
Direktur Utama BPD Bali, I Nyoman Sudharma, mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya tengah dalam proses perizinan dengan Bank Indonesia untuk merealisasikan kerja sama tersebut.
Langkah ini menjadikan Korea Selatan sebagai negara kelima dalam pengembangan QRIS lintas negara, setelah sebelumnya mencakup Thailand, Malaysia, Singapura, dan Jepang. Menurut Sudharma, potensi pasar Korea Selatan dinilai besar, didukung oleh promosi aktif sistem pembayaran QR lintas negara oleh bank sentral setempat.
Selain itu, tingginya jumlah wisatawan asal Korea Selatan ke Bali juga menjadi faktor pendukung utama. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali mencatat kunjungan turis Korea Selatan sepanjang 2025 mencapai sekitar 346 ribu orang, meningkat hampir 5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dari sisi teknologi, BPD Bali juga memperkuat infrastruktur sistem, termasuk keamanan siber dan perlindungan data, guna memastikan kelancaran transaksi lintas negara sesuai regulasi.
Sebelumnya, Bank Indonesia telah meluncurkan kerja sama QRIS lintas negara dengan Korea Selatan pada 1 April 2026. Inisiatif ini bertujuan membangun sistem pembayaran yang lebih terintegrasi, efisien, dan inklusif untuk mendukung konektivitas ekonomi digital antarnegara.
Bank Indonesia mencatat hingga Februari 2026 jumlah pengguna QRIS telah mencapai 60,77 juta. Dalam implementasinya, transaksi wisatawan asing di Indonesia (inbound) tercatat lebih tinggi dibandingkan transaksi masyarakat Indonesia di luar negeri (outbound), mencerminkan tingginya pemanfaatan QRIS oleh turis mancanegara.
Dengan ekspansi ini, BPD Bali memperkuat posisinya sebagai pelopor di kalangan bank pembangunan daerah dalam pengembangan sistem pembayaran digital lintas negara di Indonesia.
