BNI Terbitkan Surat Utang Global Rp11,9 Triliun

Must read

Businesstrack.id- Bank Negara Indonesia (BNI) memperkuat struktur permodalannya dengan menerbitkan instrumen Additional Tier-1 (AT1) Perpetual Non-Cumulative Capital Securities senilai 700 juta dolar AS atau setara Rp11,9 triliun.

Aksi korporasi ini mendapat respons kuat dari investor global dengan total permintaan melampaui 2,5 miliar dolar AS atau mengalami kelebihan permintaan (oversubscribe) hingga 3,6 kali dari nilai penerbitan.

Manajemen menyebutkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi memperkuat peran perseroan sebagai bank sistemik dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui struktur permodalan yang solid.

Instrumen AT1 yang diterbitkan memiliki karakteristik sebagai modal tambahan yang bersifat subordinasi, tanpa jatuh tempo (perpetual), serta pembayaran imbal hasil yang tidak bersifat akumulatif. Penerbitan dilakukan mengacu pada Regulation S dan dicatatkan di Singapore Exchange.

Proses bookbuilding dan penetapan harga dilakukan pada pertengahan April 2026, dengan penyelesaian transaksi beberapa hari setelahnya. Perseroan menilai tingginya minat investor mencerminkan kepercayaan terhadap fundamental serta prospek kinerja BNI ke depan.

Basis investor pada penerbitan ini juga semakin beragam, mencakup kawasan Asia Pasifik, Eropa, Timur Tengah, hingga investor offshore Amerika Serikat, yang menunjukkan meningkatnya daya tarik instrumen keuangan BNI di pasar internasional.

Selain itu, BNI turut mengumumkan rencana pembelian kembali (buyback) instrumen AT1 yang diterbitkan pada 2021 melalui mekanisme tender offer. Langkah ini ditujukan untuk mengoptimalkan komposisi permodalan secara keseluruhan.

Dengan penerbitan ini, BNI menegaskan komitmennya dalam memanfaatkan akses ke pasar global guna memperkuat kapasitas ekspansi bisnis serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article